 |
|
 |
| |
Sanggar Tani “Media Agro Merapi” (ST. MAM) di dirikan pada tanggal 15 januari 2000. Secara umum berdirinya Sanggar Tani “Media Agro Merapi” didasarkan pada sebuah kenyataan bahwa masih banyak potensi Agro di lereng gunung Merapi Jogjakarta yang belum tertangani secara optimal dan memadai yang mengarah kepada kegiatan yang berorientasi kearah agribisnis dan agro industri.
Diantara potensi Agrobisnis di lereng gunung Merapi tersebut diantaranya berupa Kopi, Melinjo, Apokat, Sayur-sayuran dan lain-lain. Adapun secara khusus berdirinya Sanggar Tani “Media Agro Merapi” sebagai respon terhadap perkembangan pembudidayaan jamur dan petaninya yang pada saat itu mengalami kelesuan dalam budi daya jamur, terutama di wilayah kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta, hal ini di sebabkan karena pada tahun 1999 tejadi penurunan kualitas bibit jamur (khususnya jamur kuping ) yang berakibat menurunnya hasil produksi petani. Di samping itu terjadi juga kemacetan di bidang pemasaran jamur kuping kering (terutama pasar eksport), sehingga pedagang leluasa mempermainkan harga yang mengakibatkan harga jamur jatuh, petani mengalami kerugian dan trauma untuk menanam kembali .
Berawal dari hal tersebut, maka atas inisiatif dan keinginan yang kuat dari Muhammad Sumedi Purbo alias Sumedi, S.Fil., salah seorang petani jamur senior didusun Grogol, desa Umbulharjo, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta yang juga sebagai Pemuda Pelopor Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta pada tahun 2000 maka berdirilah Sanggar Tani “Media Agro Merapi” sebagai tempat Percontohan, Pelatihan dan magang khususnya dalam cara berbudi daya jamur bagi petani yang berorientasi ke arah Agri bisnis dan Agro industri yang sederhana dan tepat guna. |
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|